TEKNIK MENGEMUDI MOBIL MANUAL YANG BENAR

Dalam satu dekade terakhir, jumlah pengguna mobil matik semakin menjamur, mengalahkan jumlah pengemudi mobil manual. Alasan banyak orang beralih pada mobil matik adalah kepraktisan dalam mengemudikannya di mana kaki kiri pengemudi lebih santai karena tidak perlu menginjak kopling dan tangan tidak perlu sering-sering mengoper gigi.

Walau demikian, mobil manual tetap masih banyak digemari. Sebenarnya mengemudi mobil manual tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut adalah cara mengemudi mobil manual yang benar.

1. Mulai menghidupkan mobil

Pada mobil matik, mobil akan langsung berjalan saat gigi berada pada posisi D dan pedal rem dilepas. Pada mobil manual, gigi atau persneling tidak bisa langsung dipindah tanpa pedal kopling diinjak maksimal.

Jadi setelah menghidupkan mesin, pedal kopling harus ditekan dalam-dalam, kemudian tangan kiri memindah gigi ke posisi 1. Setelah itu, lepas pedal kopling dengan perlahan berbarengan dengan menginjak pedal gas dengan lembut. Jika kopling mendadak dilepas dengan cepat, mesin mobil akan mati.

2. Memindah persneling

Umumnya mobil manual menggunakan 5 transmisi manual walaupun ada beberapa mobil yang memiliki hingga 8 transmisi manual. Tentu hal ini sangat berbeda dengan mobil matik yang tuas giginya hanya P (untuk posisi  parkir), N, D, 1, dan 2.

Perpindahan gigi harus disesuaikan dengan tingkat kecepatan. Gampangnya, Anda bisa melihat putaran RPM. Idealnya, lakukan perpindahan gigi di angka 2000 – 2500 RPM.

3. Mengemudi di tanjakan

Menyetir mobil manual di jalanan berkelok dengan tanjakan curam merupakan tantangan tersendiri. Apalagi jika jalanan dalam keadaan macet. Saat menanjak, gunakan gigi rendah. Jika tanjakan sangat curam, gunakan gigi 1.

Pastikan kaki kiri selalu siap untuk menginjak kopling kalau-kalau mobil akan berhenti. Menjaga balance antara pijakan gas dan kopling sangatlah penting dan hal ini tidak mudah. Jika gas terlalu kecil, mobil tidak akan kuat menanjak dan bahkan bisa mundur, membahayakan kendaraan yang berada di belakang.

4. Mengemudi di turunan

Pada jalanan menurun, gunakan gigi 2. Hindari menginjak pedal rem terus-menerus karena akan menyebabkan kampas rem cepat Aus. Injak pedal rem sesekali saja, dan lepaskan. Jangan lupa fokus melihat kondisi jalan.

5. Menghentikan mobil

Seperti ketika hendak menghentikan mobil matik, pengereman perlu dilakukan. Agar lebih aman, prediksikan jarak saat mulai mengerem hingga titik henti yang dituju. Tekan pedal rem sedikit demi sedikit. Pastikan kaki kiri stand by untuk menginjak kopling. Mainkan rem dan kopling sampai mobil berhenti.

Saat telah berhenti sempurna, injak kopling dalam-dalam dan pindah gigi ke posisi Netral. Jika tidak menginjak kopling, otomatis mesin mobil akan mati.

6. Memarkir kendaraan

Saat memarkir mobil, setel gigi pada posisi terendah yaitu gigi 1. Pada saat berusaha memarkir kendaraan, Anda akan banyak mengoper gigi dari posisi 1 ke posisi Rear (mundur). Tangan dan kaki kiri akan banyak bergerak untuk memindah gigi dan menginjak kopling. Perpindahan gigi inilah yang cukup rumit apalagi bagi pengemudi yang masih belajar mengemudikan mobil manual.

Sebelum belajar mengemudikan mobil manual, sebaiknya pelajari dulu fitur-fitur pada mobil yang digunakan. Perbedaan utama mobil manual dengan matik adalah pada persneling. Setiap akan memindah gigi, kaki kiri harus menginjak pedal kopling. Butuh waktu untuk membiasakan koordinasi antara kaki, tangan, dan mata. Dengan banyak berlatih, mengemudi mobil manual akan terasa semudah menjalankan mobil matik